Disclaimer

Disclaimer

Bismillah, sebenarnya pemirsa mungkin bertanya, kenapa setiap posting tulisan dilaman ini nyaris tidak ada satupun tanggapan admin. Dari postingan yang sifatnya legal, politik, rubrik politik, sampai kisah klasik Nasrudin Joha bersama Kopi Kapal Api Nikmat dan kerupuk selondoknya.

Admin sangat memahami, postingan menjadi jauh lebih hidup jika komen dan tanggapan ditindak lanjuti balasan. Baik dengan untaian salam hangat, memberi atensi, teguran, atau sekedar memosting emot lucu untuk sekedar menanggapi.

Perlu admin sampaikan, sesungguhnya Nasrudin Joha sangat ingin, sangat kuat kehendaknya untuk menghampiri setiap sapaan dengan segala penghormatan dan kehangatan.

Tapi admin ingin sampaikan, Nasrudin Joha ingin menjadi sastrawan sejati. Menyapa setiap umat dengan sastra dan cinta, sebagaimana hakim menjawab permohonan dan gugatan dengan sebuah putusan pengadilan.

Hakim akan menjaga diri, untuk tidak banyak komentar dan memberikan jawaban atau tanggapan, terkecuali melalui mimbar-mimbar pengadilan. Hakim menjaga Marwah dan wibawa pengadilan, dengan menghindari setiap Ujaran "meskipun itu dipenuhi nilai keadilan" kecuali melalui mimbar pengadilan.

Nasrudin Joha adalah sastrawan politik. Ia akan menanggapi setiap salam dan kehangatan dengan sastra dan cinta. Kecintaannya yang mendalam kepada umat, akan selalu mendorongnya menuliskan sastra politik untuk membela kepentingan umat, melalui sekuel kisah klasik kopi kapal api dan kerupuk selondok.

Tetaplah mendekat kepadanya, tetaplah mendekapnya, menyelimutinya dengan kehangatan dan kesabaran, untuk selalu setia membaca karya dan sastranya.

Meski jauh di relung hati, lubuk fikirannya terisi penuh dengan kecintaan terhadap umat, dan kecintaan kepada siapapun yang membaca karyanya.

Demikian.